Rabu, September 30, 2009

Melatih dan berlatih dibagi menjadi tiga tahapan yaitu :
1. Tahapan Persiapan
2. Tahapan Penyajian
3. Tahapan pendalaman
1. Tahapan Persiapan
Tahap persiapan adalah suatu masa untuk mempersiapkan berlangsungnya latihan. Tahap persiapan meliputi 4hal yaitu sebagai berikut :

1. APA : - Materi dan perlengkapan latihan
2. SIAPA : - Pelatih dan siswa
3. DI MANA : - Tempat latihan
4. KAPAN : - Waktu latihan


Materi Latihan
Materi latihan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate meliputi :
1. Materi latihan Inti, terdiri dari :
Pelajaran Dasar
Senam Masal
Senam Dasar
Jurus
Pasang
Belaan Kuncian
Belaan Belati
Senam Toya
Jurus Toya.
2. Materi Latihan Teknik dan Taktik, terdiri dari :
Materi latihan teknik pencak silat
Materi latihan taktik pencak silat
Langkah
Pola Langkah
Pola sambut
Penggunaan Pasang
Teknik jatuhan
Sambung.
3. Materi latihan Fisik
4. Materi latihan Kerohanian/ Ke-SH-an
5. Materi latihan Pernafasan
Untuk Selengkapnya Silahkan Download Disini

Sabtu, Juli 18, 2009

JURUS TUNGGAL BAKU

Pada Kongres PERSILAT tahun 1998, Jurus Tunggal Baku ditetapkan menjadi salah satu kategori yang dipertandingkan. Jurus ini disusun oleh tim yang anggotanya terdiri dari pakar pencak silat dari empat negara pendiri PERSILAT, yaitu:

* IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

* PERSISI (Persekutuan Silat Singapura)

* PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia)

* PERSIB (Persekutuan Silat Kebangsaan Brunei Darussalam)
Sumber Info
Download Jurus Tunggal Baku (picture)

Seluruh gerak yang terdapat di dalam jurus ini diharapkan dapat mewakili gerak pencak silat yang sudah disepakati sebagai beladiri asli dari kawasan Asia Tenggara. Di samping itu dengan adanya rangkaian jurus standar internasional ini dapat pula digunakan sebagai sarana pemersatu seluruh insan pencak silat.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat Antarabangsa yang telah ditetapkan dalam Rapat Teknik PERSILAT pada tanggal 26 September 1998 tersebut tidak boleh diubah oleh lembaga organisasi apapun kecuali oleh PERSILAT dan harus diikuti serta dilaksanakan oleh seluruh anggotanya, termasuk Indonesia sebagai salah satu Anggota Pendiri PERSILAT.

Namun, disebabkan Peraturan Pertandingan PERSILAT tersebut dirasakan masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu dijelaskan secara lebih rinci dalam teknis pelaksanaannya, maka pada MUNAS IPSI X yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 16 – 18 September 1999 disepakati perlunya diberikan penjelasan-penjelasan yang tidak mengubah secara prinsip peraturan pertandingan tersebut. Oleh sebab itu, maka Penjelasan Peraturan Pertandingan ini juga bersifat mengikat serta harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia dan semua jajarannya. Di bawah ini akan diuraikan peraturan tentang pertandingan pencak silat Antarabangsa kategori TUNGGAL yang diambil dari Penjelasan Peraturan Pertandingan hasil Munas.

Rabu, Juni 03, 2009

Suatu organisasi, betapapun besarnya baik secara material maupun nonmaterial akan selalu memerlukan pedoman dalam setiap gerak langkahnya termasuk dalam melaksanakan roda organisasi. Ketika suatu organisasi memiliki cita-cita untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan pendiri serta anggota organisasi maka pematangan konsep adalah kunci keberhasilannya.
Download >>> Program Kerja Panitia Pengesahan 2009-2010
Download >>> Program Kerja UKM PSHT UM 2009-2010

Pematangan konsep yang dimaksud adalah mempertimbangkan segala hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat kinerja organisasi sebelum kita menetapkan suatu kegiatan yang tepat bagi organisasi, keinginan keinginan serta tatacara membangun organisasi tentunya berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya, dan cara untuk mencapai cita cita organisasi sebaiknya terjabarkan dalam suatu program kerja yang disahkan secara bersama, sesuai dengan konstitusi organisasi (AD/ART). Program kerja akan menjadi suatu kebutuhan primer bagi suatu organisasi karena organisasi tanpa memiliki suatu program kerja yang terarah dan terpadu dapat diibaratkan bagaikan orang buta yang mencari kucing hitam dalam gelap malam tanpa cahaya.
Program kerja organisasi baru dapat dibuat dengan sistematis,terarah dan terpadu jika urutan proses menuju pembuatan program kerja telah dilalui dengan baik, artinya organisasi telah memiliki dasar dasar acuan tentang “jiwa” dari program kerja yang dibuat.

PENGERTIAN PROGRAM KERJA

Program kerja dapat diartikan sebagai suatu rencana kegiatan dari suatu organisasi yang terarah, terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentukan oleh suatu organisasi. Program kerja ini akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas roda organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita cita organisasi. Ada dua alasan pokok mengapa program kerja perlu disusun oleh suatu organisasi :

1. Efisiensi organisasi

Dengan telah dibuatnya suatu program kerja oleh suatu organisasi maka waktu yang dihabiskan oleh suatu organisasi untuk memikirkan bentuk kegiatan apa saja yang akan dibuat tidak begitu banyak, sehingga waktu yang lain bisa digunakan untuk mengimplementasikan program kerja yang telah dibuat.

2. Efektifitas organisasi

Keefektifan Organisasi juga dapat dilihat dari sisi ini, dimana dengan membuat program kerja oleh suatu organisasi maka selama itu telah direncanakan sinkronisasi kegiatan organisasi antara bagian kepengurusan yang satu dengan bagian kepengurusan yang lainnya .


JENIS-JENIS PROGRAM KERJA

Program kerja akan dibuat oleh suatu organisasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh organisasi yang bersangkutan, jenis jenis program kerja dapat dibedakan antara lain:
I. Menurut rentang waktu perencanaan

1. Program kerja untuk satu periode kepengurusan

Jenis program kerja ini biasanya dibuat oleh organisasi untuk satu periode kepengurusan, sehingga kegiatan rapat kerja (raker) organisasi hanya dilakukan sekali dalam satu periode kepengurusan dan untuk tahap selanjutnya akan diadakan evaluasi dan koordinasi dari program kerja yang telah ditetapkan

2. Program kerja untuk waktu tertentu

Jenis program kerja seperti ini disusun untuk suatu jangka waktu tertentu biasanya triwulan, caturwulan, semester dan lain lain. Dalam pembuatan metode program kerja seperti ini maka akan ditemui bahwa suatu organisasi akan mengadakan rapat kerja (raker) organisasi lebih dari sekali dalam satu periode kepengurusan

II. Menurut sifat program kerja

1. Program kerja yang bersifat terus menerus (continue)

Program kerja seperti ini akan dilakukan secara terus menerus (tidak hanya sekali) oleh suatu organisasi, kesulitan pengimplementasian program kerja umumnya akan dihadapi saat pertama kali melaksanakan jenis program kerja ini.

Contoh :

-. Mengadakan MPAB pada setiap penerimaan mahasiswa baru

-. Mengadakan Diklat Manajemen Organisasi setiap 2 bulan setelah MPAB

2. Program kerja yang bersifat insidental

Program kerja seperti ini umumnya hanya dilakukan pada suatu waktu tertentu oleh suatu organisasi biasanya mengambil momentum momentum waktu yang penting

Contoh :

-. Mengadakan bakti sosial karena ada kejadian bencana alam disuatu desa Hindu

-. Mengadakan pameran buku Hindu berkaitan dengan hari raya Saraswati

-. Mengadakan seminar “Asmaragama Dalam Hindu” berkaitan dengan hari AIDS sedunia

-. Mengadakan “Konser Musik Alternatif” dan seminar berkaitan dengan Ulangtahun (Dies Natalis) KMHDI

3. Program kerja yang bersifat tentatif

Program kerja ini sifatnya akan dilakukan sesuai dengan kondisi yang akan datang. Alasan dibuatnya program kerja jenis ini adalah karena kurang terjaminnya faktor faktor pendukung ketika diadakannya perencanaan mengenai suatu program kerja lain .

Contoh :

-. Membuat Bazaar Makanan Keliling untuk mencari dana bagi pelaksaan Dies Natalis KMHDI

-. Menjadi penjaga parkir di Pura Perak untuk mencari dana bagi pelaksaan program kerja pengadaan Mobil Merzedes Benz Turbo Matic untuk Sekretaris II PC KMHDI Surabaya

-. Membuat program pelatihan Internet bagi seluruh anggota kMHDI untuk mendukung program “Mari Berkomunikasi” yang dicanangkan oleh Sekjen KMHDI


III. Menurut targetan organisasi

1. Program kerja jangka panjang

Program kerja jangka panjang harus sesuai dengan cita-cita/tujuan pembentukan organisasi, serta visi dan misi dari organisasi. Program kerja model ini dibuat karena kemungkinan untuk merealisasikan dalam waktu yang pendek tidak memungkinkan.

Contoh :

-. Membuat sarana Sekretariat yang presentatif, yang dilengkapi dengan Asrama Mahasiswa, Perpustakaan, Tempat Percetakan, Ruang pertemuan dan tempat olahraga.

Ket : Berbagai fasilitas seperti yang diterangkan dalam contoh diatas, kecil kemungkinannya untuk diadakan dalam jangka waktu yang pendek, karena itu program kerja ini harus dijadikan program kerja jangka panjang, dimana masing-masing kepengurusan berfokus pada satu bagian program kerja seperti, pengadaan tanah, sebagian bangunan dan sebagainya.

2. Program kerja jangka pendek

Program kerja jangka pendek adalah program kerja organisasi dalam suatu periode tertentu, yang jangka waktunya berkisar antara 1-3 tahun, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan organisasi pada masa tersebut. Dalam hubungannya dengan program kerja jangka panjang, dalam program kerja jangka pendek ini, dibuat bagian-bagian program kerja yang dapat direalisasikan dalam jangka waktu dekat.

Contoh :

-. Program kerja jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak misalnya : Membuat program kerja “Pendaftara Rumah Kost-kostan” untuk mendukung kebutuhan mahasiswa baru akan kost yang representatif.

-. Dalam hubungannya dengan rogram jangka panjang, misalnya : Guna merealisasikan sebagian program kerja pengadaan Mobil Merzedes Benz Turbo Matic untuk Sekretaris II PC KMHDI Surabaya maka dalam waktu dekat ini, PC KMHDI Surabaya membuat program kerja pembelian 1 buah ban Mobil Merzedes Benz Turbo Matic sebagai langkah awal mewujudkan program kerja prestisius tersebut.

Minggu, Mei 31, 2009

UKM PSHT UM adalah organisasi yang Struktur atau susunannya terdiri dari komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi yang memilki unsur pencak silat yang berada di bawah naungan Universitas Negeri Malang. Struktur organisasi PSHT UM menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi ini juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Download>>>Susunan Pengurus UKM PSHT UM 2009

Berikut adalah Definisi dan Pengertian Organisasi menurut beberapa tokoh;

1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Pengorganisasian.

Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Dibalik UKM PSHT UM

Siapa yang gak tahu UKM PSHT UM, kalo gak tahu berarti anda belum tahu betul tentang aktivitas dan unit yang ada di kampus UM atau boleh dibilang katrok dan ketinggalan jaman. Kalo kamu ingin tahu UKM PSHT UM kaya apa kamu tinggal berkunjung ke UM di kampung pendekar Lokal Gedung I-8, Universitas Negeri Malang.

UKM PSHT UM memang seperti itu bentuk dan keadannya, ya agak sedikit kotor dan tidak teratur mana barang pribadi dan mana peralatan latihan, kerap terjadi jika warga UM yang ingin masuk ke UKM PSHT pasti akan merasakan dan mencium bahu yang kurang segar untuk di hirup oleh hidung. Oleh karena itu baik warga ataupun siswa PSHT UM jarang yang mau berkunjung dan membersihkan UKM dengan kesadarannya. Yah.. memang bahu tersebut berasal dari keringat atlit tanding PSHT UM yang melekat dan diserap oleh body protector dan packing, karena setiap selesai latihan para ltlit Silat langsung menaruh body protector mereka di dalam UKM, ada juga yang masih menaruh pakain silat latihan yang masih basah oleh keringat si atlit, mestinya kan ditaruh diluar dulu sampai keringat yang meresap di body protector kering terlebih dahulu kemudian baru dimaskukkan ke ruangan. Tapi juga tidak mungkin jika perlatan seperti itu di taruh di luar UKM alasannya tidak ada yang menjaga and merawatnya, tambahan lagi sering terjadi kehilangan peralatan latihan dan juga baju atau seragam latihan atlit.
Memang seperti itulah keadaan UKM kita, tetapai perlu diingat juga meskipun UKM PSHT seperti itu, kenyatannya tidak seperti apa yang anda bayangkan. Lihat saja dan kupas satu persatu piala-piala dari berbagai kejuaraan telah direbut oleh atlit-atlit yang masih tekun berlatih di UKM PSHT UM. Tidak dapat disebutkan satu persatu mulai dari even apa, dan kapan piala tersebut diperoleh oleh tim silat PSHT UM dari berbagai kategori tanding. Nah.. jika anda penasaran dan ingin mengetahui lebih luas lagi tentang prestasi-prestasi dai berbagai kejuaraan yang pernah di rebut oleh atlit PSHT UM, silahkan berkunjung langsung ke UKM PSHT UM yang alamatnya sudah desebutkan diatas. Dijamin tidak akan rugi karena disana kamu bias lihat Piala-piala, peralatan latihan, struktur pengurus, daftar nama warga komisariat UM, daftar nama siswa komisariat UM, jadwal latihan siswa dan jadwal latihan silat atlit UM. Wess.. pokoknya dating ja OK….?? Salam persaudaraan…
Eitss…. lupa penulis juga mau berpesan kepada seluruh pengurus UKM PSHT UM dan siswa PSHT Komisariat UM kalo bisa sering datang atau berkunjung ke UKM. Ya… sekali-kali mampir dan membersihkan UKM, malu dong banyak prestasi tapi UKM nya masih seperti dulu tidak ada perubahan malah semakin munurun, khan malu sama UKM-UKM pendekar yang laian, he… he… ya itu akibatnya jarang dibersihkan yang menyebabkan UKM PSHT kurang hidup dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini pun sebenarnya sudah dirasakan oleh warga PSHT UM, kalau UKM sekarang kurang hidup dan kerap sepi mungkin hanya ada satu dan dua orang saja yang masih segan berkunjung ke UKM. Selain itu jika ada rapat atau pertemuan pengurus UKM yang datang tidak lebih dari 10 orang meskipun jumlah dari pengurus organisasi ini lebih dari 10 orang, ya… mungkin karena keadaan UKM atau yang lain, kita tidak tahu… yang penting UKM PSHT UM tetap Jaya dan menjadi rujukan dari setiap pendekar pencak silat… dari berbagai penjuru… oke rek… tetep jadi The Fighter….
Ehhh.. satu lagi… mau pesan buat Tim atlit Silat UM yang sedang mempersiapkan untuk turun di POMDA Jawa Timur antara lain:
Kategori TGR: Adit, Ulum, Ika, Yeti, Nana,
Kategori Tanding: Pak Wer (Firnadi), Pak Wow (Wahyu Prabowo), Sikot (Siti Kotijah), Galih, Galuh, Anik, Tristian (Bacem), Agung Subarkah, Fiki.
Tetap semangat ya latihannya jangan malas, kalian pasti bisa menjadi The Winner… Okey>>>>>
“If you can dream it you can do it”
Dan tak lupa juga buat Mas Tuhus (Suhud) dan Mbak Kur (Kur-kur), juga tetep semangat ngelatih Atlitnya…… We are the best….
“If you do not think about the future you can not have one”

Di dalam suatu organisasi khususnya pencak silat pasti di dalamnya ada dua peran utama dalam latihan yaitu pelatih dan siswa (yang dilatih, atlit). Untuk menjadi seorang pelatih sebenarnya terlebih dahulu mengikuti penataran pelaih di cabang terlebih dahulu. Pelatih juga adalah seorang manusia yang pasti mempunyai perbedaan bagaimana Tipe, dan ciri-ciri seorang pelatih di hadapan atlit maupun siswanya. Berikut adalah beberapa contoh Tipe Pelatih menurut beberapa tokoh dan bagaimana cara melatih yang efektif dan apa saja peran seorang pelatih.


Tipe Pelatih
Tutko dan Richard (1971) membagi pelatih menjadi lima kategori: the authoritarion coach, the nice-guy coach, the intense or driven coach, the easy going coach dan the business coach.
Setiap pelatih memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu tidak ada pelatih murni ideal atau sempurna. Kebanyakan pelatih melakukan metode coba-salahuntuk mendapatkan bentuk latihan yang paling efektif. Untuk itu sering kali terdapat tumpang tindih dari kelima kategori di atas, namun tetap ada yang dominant.
a. The authoritarion coach
Cirri-ciri pelatih yang otoriter adalah:
1. disiplin yang keras
2. memaksakan peraturan menggunakan hukuman
3. kaku dalam pelaksanaan program latihan
4. dapat bersikap kasar, sadis dan sering mencaci
5. kurang ramah dan terdapat jarak dengan anak didik
6. punya planning program yang efektif
7. taat menjalankan agama
8. sering mempunyai prasangka
9. lebih suka asisten pelatih yang lemah
10. dalam memotivasi atletnya memakai system ancaman
keuntungan: anak didiknya memiliki disiplin yang tinggi, agresif, percaya diri, berani, terorganisasi, semangat dan kondisi fisik yang baik
kerugiannya: jika ada kegagalan akan saling menyalahkan, dan bagi atlet yang seneitif biasanya tidak kuat menerima perlakuan keras dan akhirnya mengundurkan diri, pelatih otoriter ini tidak disukai dan ditakuti atlet.
b. the nice-guy coach
Tipe ini berlawanan dengan tipe otoriter, pelatih nice-guy memiliki pribadi yang baik, mengesankan, fleksibel, terbuka akrab dengan atlet dan memperhatikan kesejahteraan atlet. Dalam memberikan motivasi berupa bantuan positif daripada mencela dan tidak segan memberi penghargaan bila atletnya berhasil. Mempunyai sifat yang terbuka dan pelaksanaan program latihan yang fleksibel
Keuntungan: terbentuknya team yang padu, rileksa dan tampil sesuai dengan harapan dan apabila timbul masalah dari atlet akan lenih mudah ditangani.
Kerugian: tidak mempunyai kemampuan atau lemah, ragu-ragu dan terlalu menyalahkan diri sendiri
c. the intense or driven coach
Tipe pelatih ini memiliki banyak kesamaan dengan tipe pelatih otoriter, kesamaannya dalam hal disiplin, kemampuan dan agesifitasnya. Sedangkan perbedaannya pada segi emosi dan sering menghukum. Sikapnya tenang, tidak kasar dan otoriter.
Ciri-cirinya:
a. tidak pernah puas
b. suka mendramatisasi keadaan
c. menghabiskan waktu untuk hal-hal yang berhubungan dengan kepelatihan
d. punya analisis data yang lengkap tentang lawan yang akan dihadapi
e. memotivasi atletnya dengan contoh diri sendiri
Keuntungan: para atlet selalu merasa siap bertanding dan selalu berpijak pada intruksi pelatih.
Kerugian: atlet merasa takut karena merasa banyak dituntut, terutama bagi atlet istimewa. Tidak mau mengerti bahwa atlet juga mengalami kejenuhan. Hal ini dianggap malas, atlet merasa malu karena pelatih sering bertindak emosional pada saat pertandingan.
d. the easy going coach
Pelatih ini tampil dengan tanpa beban dan menganggap pertandingan adalah sesuatu yang menarik dan ia menikmatinya.

Ciri-cirinya:
1. kurang serius menangani atlet, relaks terkesan pasif
2. tidak punya jadwal yang teratur (jadwalnya baku)
3. tidak mudah panik dan emosi mudah terkontrol
4. semua berjalan dibawah control namun terkesan malas
Keuntungan: atlet merasa tidak terlalu tegang, saran mudah diingat untuk dilaksanakan.
Kerugian: atlet cenderung menyalahkan pelatihnya apabila gagal, kondisi fisik atletnya (kadang fit, kadang kurang fit). Timbulnya perasaan dari atlet merasa tidak diperhatikan.
e. the business coach
Ciri-cirinya:
1. pendekatannya terhadap olahraga sangat terencana dan terorganisir
2. mengenali secara detail yang menyangkut prestasi atlet berdasarkan logika
3. tingkat intelegensinya tinggi
4. menganalisa secara obyektif tentang kelebihan dan kelemahan lawan
5. pragmatis dan tekun dalam mencari metode-metode yang baru
Keuntungan: memiliki strategi untuk sukses,atlet punya rasa percaya diri sendiri yang kuat:
Kerugian: atlet dapat merasa kehilangan identitas dan individualitasnya karena hamper semua detail dirinya dianalisa.

Pelatih yang Efektif
Seorang pelatih dituntut untuk bertingkah laku tertentu sesuai dengan perannya di masyarakat, jika ia ingin disebut pelatih yang baik. Puoss(1981) mengemukakan empat kualitas yang haris dimiliki oleh seorang pelatih yang baik/efektif yaitu:
1. pengetahuan teknik olahraga, menguasai dasar keterampilan, peraturan pertandingan, teknik, taktik, dsb.
2. kemampuan untuk mengenal karakteristik dan kebutuhan para anak didik (keadaan fisik, mental, emosi, latar belakang kehidupan sosialnya)
3. keteraampilan mengajar
4. kepribadian dan karakter yang baik adalah:
• memiliki semangat yang tinggi, dedikasi yang tinggi dan memiliki rasa humor
• mampu mengendalikan emosi, jujur, bertindak atas dasar kebenaran

Peran Pelatih
Seorang pelatih bukan hanya mengurusi hal yang berhubungan dengan telnis olahraga saja, tetapi pelatih juga harus berperan sebagai guru, orangtua, konselor, bahkan psikolog. Sebaliknya peserta didik harus mempunyai kepercayaan penuh terhadap pelatihnya. Pelatih harus mampu mengerti secara total anak didiknya tanpa ia sendiri kehilangan identitas pribadinya.
Akhir kata, jika pelatih dapat menggunakan ilmu pengetahuannya yang dimiliki mengenai segala sesuatu tentang peserta didik, lingkungan dan segala aspeknya yang berhubungan dengan kepelatihan ditambah dengan kemampuan utuk mengenali diri sendiri, maka dapat dipastikan akan mampu mengemabangkan pandangan hidup yang positif. Bukan saja mengenai kepalatihan, tetapi juga sukses kehidupannya menuju kehidupan yang harmonis. Kunci menuju sukses secara umum, Zakiyah Darojat (1980) mengemukakan: mengenali diri sendiri, menentukan cita-cita, membuat program kerja, dicapai setahap demi setahap dan berkonsultasi dengan orang yang ahli.

Sabtu, Mei 30, 2009

1. Tujuan Umum: Latihan fisik dilakukan untuk mencapai kondisi fisik yang baik, tanpa mengalami kelelahan yang berarti(jasmani masih dalam keadaan segar). Sedangkan yang dimaksud dengan kondisi fisik adalah: keadaan fisik seseorang pada waktu tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan yang diajdikan bebannya. Seseorang dapat dikatakan mempunyai kondisi baik apabila ia mampu melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya atau yang ingin dilakukannya tanpa kelelahan yang berlebihan.



2. Tujuan Khusus
Latihan fisik dilakukan untuk mencapai kondisi fisik agar siswa/pesilat dapat:
- Memiliki kelenturan, keseimbangan, kekuatan, kecepatan dan ketepatan sehingga dapat melaksanakan gerakan-gerakan dengan keselarasan yang baik, dapat melakukan teknik pencak silat dengan mapan dan mantap.
- Memiliki daya tahan, stamina dan ausdower dengan baik dalam arti dapat melakukan pertandingan tanpa gangguan fisik secara anatomis maupun fisiologis.
- Dapat melakukan gerakan teknik dengan mudah dan mantap.
B. Persyaratan
1. Diawali dengan pemanasan (warming up) dan diakhiri dengan pendinginan (warming down).
a. Pemanasan (warming up)
Yang dimaksud pemanasan dalam olahraga adalah suatu usaha untuk memanaskan badan.
1. Gunanya:
- Merangsang fisik untuk menerima beban kerja yang lebih berat.
- Mengurangi atau menghindari cidera (otot robek, kejang dsb)
- Menyiapkan mental untuk olahraga yang dihadapi (mengalihkan dari suasana biasa ke suasana olahraga)
- Memperbaiki kondisi pola neuromuskuler (kekuatan/ otot) terhadap cabang olahraga yang dihadapi.

2. Caranya:
- Menggerak-gerakkan tubuh
- Melakukan gerakan-gerakan olahraga yang bersangkutan sebelum berlatih/bertanding
3. Prosedurnya:
- Peregangan otot (stretching)
- Lari-lari di tempat dengan irama tetap (jogging)
- Senam
4. Waktu:
Pemanasan dilakukan tidak terlalu lama, apalagi sampai mengakibatkan kelelahan. Pemanasan yang efisien dilaksanakan kuranglebih 10 menit.
5. Sasaran:
Pemanasan diarahkan pada (diawali lari ditempat):
- Leher
- Bahu
- Dada
- Perut
- Pinggang
- Kaki
b. Pendinginan (warming down)
Pendinginan adalah penurunan secara perlahan kegiatan latihan.
2. Beban Latihan:
a. Jangan terlalu berat. Akan menimbulkan ketegangan yang berlebihan (strain) karena dapat merendahkan prestasi.
b. Jangan terlalu ringan, kurang menghasilkan seperti yang kita harapkan (under training).
c. Disusun dari yang ringan, makin lama makin berat.
d. Beratnya beban harus bisa menyebabkan setelah latihan pesilat merasa lelah fisik sesungguhnya(true fatique), yang kalau istirahat dapat pulih kembali dan dapat mengikuti latihan berikutnya dengan kondisi fisik yang segar.
3. Waktu
Pemanfaatan waktu seefisien mungkin dan padat dengan materi
4. Materi tidak membosankan
5. Hitungan makin lama makin banyak
6. Dilakukan dengan teknik dasar (posisi tangan, kaki, tubuh)
7. Pengaturan napas :
a. Sewaktu tidak melakukan bagian yang berat, menarik napas (inhalasi)
b. Sewaktu melakukan bagian yang ringan, mengeluarkan napas (exhasi)
8. Perkembangan otot diusahakan seimbang (tidak mengakibatkan besar sebelah, dll)
9. Menjadi kesadaran pesilat sendiri.
Dengan kesadaran pesilat sendiri maka latihan akan dilakukan secara ajeg dengan usaha sendiri dengan atau tanpa pelatih.

Kamis, Mei 14, 2009

Minggu Lalu tanggal 26 April 2009 bertempatkan di Universitas Gajayana Malang, telah dilaksanakan kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat dari Jambon ke Ijo yang diikuti oleh 13 peserta masing-masing dari SMA Tumpang, UM, UMM. Pada UKT Ijo kali ini khususnya dari komisariat UM, pelatih tetap harus memberikan materi full karena waktu siswa dari jambon ke ijo hanya 1 setengah bulan. Banyak pendapat yang mengungkapkan bahwa setiap siswa harus menempuh latihan selama kaurang lebih 4 bulan sebelum mengikuti UKT ke tingkat berikutnya.

Banyak Warga yang memberikan omong-omong atau masukan kalau siswa terlalu cepat untuk mengikuti UKT Ijo....
Meskipun demikian pelatih komisariat UM tetap bersi keras untuk mengikusertakan siswanya untuk mengikuti UKT Ijo, karena yakin bahwa siswanya mampu dan akan memenuhi target dan kriteria materi siswa IJO. Tapi Alhamdulilah Smua siswa UM dapat mengikuti UKT Ijo kemarin dan semuanya dinyatakan Lolos dan memenuhi target dan kriteria siawa Ijo, walaupun ada 1 siswa yang nilai pada salah satu materi ujian ada yang sangat minim, tetapi masih bisa ditutupi dengan nilai-nilai materi yang laian, disamping itu siswa harus banyak latihan tambahan selain latihan di komisariat, dan menghafal materi prasarat untuk mengikuti UKT Ijo diantaranya adalah materi fisik dan non fisik,,,
Materi fisikannya tidak jauh berbeda dengan materi fisik yang di Ujikankan pada UKT Jambon,,, hanya saja target dan satandartnya lebih ditingkatkan lagi, misalanya Puh UP, Sit Up, Spirt perrit bawah, Back Up, tendangan A, C, T, pada tingkat jambon minimalal siswa harus mencapai diatas 50 gerakan per menitnya, sedangkan pada Kriteria dan standart UKT Siswa Ijo Minimal siswa harus dapat mencapai keseluruhan gerakan di atas 55, dan siswa baru bisa dikatakan lolos.



selain ujian fisik, ada juga ujian non fisik yaitu tes tulis atau Ke-SH-an, nilai yang harus di capai siswa dalah tidak kurang dari 75.
berikut adalah soal Ujian Tulis atau Ke-SH-an (download file .doc)

Rabu, Mei 06, 2009

Materi Persaudaraan Setia Hati Terate (Panca Dasar) adalah materi Pencak silat yang ada dan diberikan kepada siswa PSHT. Meskipun demikian bukan siswa saja yang harus mempelajari dan memahami apa sebenarnya makna yang terkandung dalaM Materi Persaudaraan Setia Hati Terate atau Lima Panca Dasar PSHT. Berikut Adalah penjelasan dan makna dari pada Materi pelajaran bagi siswa Persaudaraan Setia Hati Terate yang terdiri terdiri dari :
1. Persaudaraan
2. Olah raga

3. Kesenian
4. Bela diri
5. Mental kerohanian


1. Persaudaraan
Sejarah telah mengungkap, sejak Ki Ngabehi Suro Diwirjo mendirikan pencak silat dengan nama “Djojo Gendilo” dan hubungan batin antar saudara bernama “Sedulur Tunggal Ketjer” sampai perkembangan yang dibawa oleh Ki Ngabehi Hadjar Hardjo Oetomo dengan nama “Persaudaraan Setia Hati Terate”, bahwa persaudaraan adalah suatu hal yang diutamakan bagi warga dan siwanya, memberi kekuatan hidup serta membimbingnya dalam memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin.
Persaudaraan ada;ah hubungan batin yang erat antara seorang dengan orang lain, dalam hal ini antara warga dengan warga atau antara warga dengan segenap umat manusia pada umumnya. Persaudaraan ditanamkan sejak siswa pertama kali mengecap pertama kali pelajaran SH. Dengan persaudaraan, manusia diperlakukan dan diakui sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan kewajiban-kewajiban asasinya, tampa membedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit, san sebagainya.
Syarat persaudaraan
Adapun syarat terjalinnya tali persaudaraan yang kekal dan abadi dalam kehidupan warga Persaudaraan Setia Hati Terate adalah :
- Saling pengertian
- Saling mengasihi dan
- Saling bertanggung jawab
Sedangkan untuk menunjang terbentuknya tali persaudaraan diperlukan adanya rasa :
- Saling membutuhkan
- Saling menghargai dan
- Saling mempercayai
Pertentangan politik sering terjadi dimana-mana, dari golongan tingkat atas sampai golongan paling bawah. Malahan bisa juga terjadi antara kakak dan adik sekandung yang berdiam disatu atap. Tetapi di bawah ikatan “persaudaraan” pertentangan politik tidak akan pernah ada. Pertentangan politik tidak pernah dibawa kedalam kehidupan saudara-saudara Persaudaraan Setia Hati Terate, juga tidak pernah mempengaruhi jalannya latihan pencak silat. Di bawah bendera Persaudaraan Setia Hati Terate masing-masing anggota menangggalkan baju kedinasan, baju politik, baju partai, baju bisnis dan sebagainya. Masing-masing hanya mengenakan “baju persaudaraan”. Mereka merasa solider,mereka merasakan ikatan tali persaudaraan lebih mendalam dari ikatan tali hubungan keluarga atau saudara.
Hal ini tidak berarti dikarenakan si atasan dan si bawahan adalah sama-sama Warga Persaudaraan Setia Hati Terate, maka si bawahan boleh seenaknya sendiri. Misalkan si bawahan “njangkar” kepada atasannya/pimpinannya. Atau dikarenakan kita sebagai srorang warga maka bolrh seenaknya dengan pimpinan suatu instansi diluar lingkungan kita karena dia juga seorang warga. Bukaan itu yang dikehendaki oleh persaudaraan tetapi yang dikehendaki oleh persaudaraan adalah yang satu dan lainnya saling membutuhkan, saling menghormati dan saling mempercayai. Masing-masing merasa dan mengakui benar-benar sebagai saudara Warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang lainnya.

Perwujudan persaudaraan
Selain pengertian tersebut di atas, perwujudan dari Persaudaraan dalam perbuatan antara lain :

1. Berjabat tangan
Berjabat tangan pada saat bertemu dengan seurang lain atau saudara sendiri di luar acara-acara tertentu (misalnya menyampaikan ucapan selamat) oleh sementara orang yang menganggap dirinya berpendidikan dan berintelek adalah perilaku atau adat kebiasaan orang-orang desa. Tetapi bagi orang-orang Persaudaraan Setia Hati Terate, baik yang sarjana maupun yang tidak , baik yang berpangkat maupun yang tidak ,berjabatan tangan adalah perwujudan fari persaudaraan, bahkan bisa merupakan cirri khas dari orang Persaudaraan Setia Hati Terate.
Berjabat tangan ini di lakukan pada setiap kali bertemu atau akan berpisah dengan saudara SH yang lain, sebelum dan sesudah latihan, serta pada saat sebelum dan sesudah sambung.
Arti berjabatan tangan sebelum sambung, mereka (yang berjabatan tangan) ikhlas untuk di pukul dan diminta keikhlasan saudara (lawan sambung) untuk dipukul.

2. Sambung
Dilihat sepintas, sambung adalah suatu perkelahian dengan mengeluarkan kepandaian bermain pencak silat. Bukankah dengan bersambung akan di cari suatu kemenagan ? “mau menang sendiri” seperti halnya perkumpulan bulu tangkis, catur, dan sebagainya justru suatu pertandingan sewaktu masih atau sesudah tidak berada dalam suasana latihan di perkumpulan.
Sambung berlangsung di dalam dua keadaan, yaitu :
a. Sambung dalam latihan
- Sesama pelatih
Di sini sambung merupakan peragaan bagi pelatih untuk memberikan contoh menggunakan teknik pencak silat yang baik kepada siswa.
- Antara pelatih dengan siswa
Sambung jenis ini kebanyakan siswa di wilayah cabang Malang dan sekitarnya merupakan suatu pelajaran yang menakutkan, bahkan sempat menjadi momok dan merupakan salah satu penyebab siswa keluar / tidak mengikuti latihan. Sebenarnya sambung jenis ini mengandung pengertian sebagai berikut :
1. Melatih keberanian siswa untik melawan seseorang di atas tingkatnya.
2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki, hal ini tidak bisa dilakukan bila siswa tersebut sambung dengan sesama siswa.
- Sesama siswa
Sambung sesama siswa dilaksanakan secara bertahap dengan pengertian membimbing siswa berani menghadapi lawan dengan kesiapan penuh.
b. Sambung di luar latihan
Sambung jenis ini dilaksanakan pada saat :
Pertemuan antar warga
Sifat sambung di sini adalah merupakan “tombo kangen” suatu pertemuan antar warga walaupun telah dimeriahkan oleh beberapa atraksi atau hiburan, hidangan dan lain sebagainya, namun tidak akan cukup memuaskan apabila tidak diisi dengan acara sambung antar warga, biasanya diiringi dengan instrumen, dilaksanakan secara bergantian yang sering dinamakan dengan “Sambung Ganding” atau “Sambung Galang”.
SHT Cup
walaupun sambung di sini dituntut untuk mencari suatu kemenangan (angka) sesuai peraturan yang telah ditentukan, tetapi pesilat melakukannya seperti halnya sewaktu dia masih menjadi siswa dalu ,hanya karena kewajiban belaka karena dia sebagai atlit. Selesai melaksanakan sambung, kedua pesilat tersebut masih tetap merasa dan mengakui benar-benar sebagai saudaranya.

3. Anjangsana
Anjangsana adalah mengunjingi tempat kediaman (rumah) atau lokasi tempat tinggal seseorang atau saudaranya. Macam anjangsana adalah :
a Perorangan
Anjangsana perorangan yang lazimnya berlaku di lingkungan warga PSHT adalah kedatangan saudaranya yang muda ke kediaman (rumah) saudaranya yang lebih tua (sowan).
Faedah dari anjangsana ini banyak , khususnya bagi saudara yang lebih muda antara lain :
- Menambah ilmu / pengetahuan PSHT
Pelajaran di dalam PSHT sulit untuk dilukiskan banyaknya. Ibarat kedalaman air kalau seseorang menyelam bertambah dalam dia tidak akan segera menemui dasarnya. Demikian pula dengan pelajaran PSHT baru bisa disajikan lepada calon warga hanya sebagian saja. Maksud dari anjangsana ini adalah harapan bagi si adik untuk menerima atau memperoleh tambahan pelajaran dari si kakaknya. Sayangnya di jaman sekarang sekarang ini si adik setelah mengalami saat-saat pengeceran memiliki fildadah “rumongso biso” pada hal semestinya “biso-o rumongso” atau ibarat yang lain adalah ketidakmungkinan si sumur mencari sumber untuk dituangi airnya.
- Mempercepat doa-nya terkabul
Mengapa anjangsana dikaitkan dengan terkabulnya doa ? dengan anjangsana kita berusaha lebih mempererat tali persaudaraan sehingga apabila tali persaudaraan ini telah terjalin erat hal-hal yang bersifat memutuskan tali persaudaraan baik disadari maupun tidak akan sulit dimiliki seorang pendekar PSHT. Hal ini diperkuat pula oleh ajaran dalam agama Islam mengenai salah satu syarat terkabulnya do’a manusia adalah “…..tiada seorang muslim yang berdo’a kepada Allah dimana do’a itu tidak dicampuri dengan dosa dan memutuskan tali kekeluargaan (persaudaraan),……”.
- Kemajuan lahiriah
Dengan anjangsana ini bisa juga terjadi penambahan ilmu selainilmu SH (misalnya ilmu dagang) atau aktifitas-aktifitas tertentu yang dapat meningkatkan taraf hidup si adik.
- Dan lain-lain

b. Perkelompok
Anjangsana yang dilakukan lebih dari seorang ketempat saudaranya ditempat lain nauk seorang atau lebih bermanfaat :
- Tukar pengalaman
Merupakan perwujudan lawaqtan antar Cabang dengan sarana pelatih tanding olah raga (volley ball, sepak bola, dsb).
- Sarasehan ke-SH-an

Perusak Persaudaraan
Walaupun demilian dengan persaudaraan bisa juga menyebabkan kehancuran hubungan, kerenggangan hubungan batin bahkan putusnya ikatan batin sesama warga dan hancurnya organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang sudah berusia 85 tahun lebih ini.
Hal ini bisa terjadi apabila persaudaraan tersebut dinodai oleh :
- Ingin mencari menangnya sendiri
- Merasa paling super sendiri
Rasa tersebut hanya dimiliki oleh seseorang yang masih terikat dan didorong rasa ke-aku-annya yang tinggi “AKU” bisa timbul pada diri seseorang apabila dia merasa telah memiliki segalanya,tidak perlu menghormati orang lain karena sia merasa paling terhormat dan tidak perlu memberi kepercayaan kepada orang lain timbul rasa ingin mencari menangnya sendiri dan paling super sendiri bisa mendorong jauh kebelakang rasa kepentingan bersama, persatuan, dan pengorbanan untuk organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate.
Akibat dari ternodanya Persaudaraan maka akan menyebabkan :
- Timbulnya ketidak dsiplinan
- Tidak tertib administrasi dan
- Tidak tertib organisasi

Demikian juga halnya mengapa organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate tidak mencantumkan kata-kata “Pencak Silat” dalam nama organisasi walaupun organisasi tersebut mengajarkan pencak silat kepada murid-muridnya. Karena kalau ditulis dengan nama “Persaudaraan Pencak Silat Setia Hati Terate”, maka yang ada di dalam organisasi/kumpulan tersebut hanyalah orang-orang atau sekumpulan orang yang bisa bermain pencak silat. Kalau demikian apakah di dalam tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate juga terdapat orang-orang atau sekumpulan oaring-orang yang tidak bisa bermain pencak silat ? jawabannya juga tidak. Kalau yang di maksud dengan orang-orang tersebut adalah seorang Warga. Tetapi bagi seseorang yang yang diangkat sebagai Warga Kehormatan (seperti misalnya Bapak Abdul Gafur), maka belum tentu dan tidak harus memiliki kemampuan bermain pencak silat SH TERATE. Lalu mengapa nama organisasi tidak mencantumkan kata-kata “pencak silat” ? Persaudaraan Setia Hati Terate tidak mengutamakan pelajaran pencak silat, juga tidak lainnya, yang diutamakan adalah Persaudaraan yang memberi kekuatan serta bimbingan dalam memperoleh kesejahteraan dan kebahagian lahir batin.

Aspek Pembinaan Persaudaraan
aspek pembinaan persaudaraan dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan sebagai berikut :
1. Siswa Kanak-kanak
Pengenalan dan pengembangan sikap terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan.
2. Siswa Remaja & taruna
• Pengembangan sikap terhadap kehidupan keluarga
• Pengembangan sikap terhadap kehidupan lingkungan
• Pengembangan sikap terhadap masyarakat
• Rasa tanggung jawab terhadap lingkungan
3. Siswa Dewasa & Khusus
Peresapan azas persaudaraan
Laku, penghayatan hakekat persaudaraan
Penghayatan sebagai insane kamil/mahkluk sosial

2. Olah Raga
Salah satu pelajaran yang sering dipakai sebagai perwujudan persaudaraan adalah dalam bentuk pemahaman dan pendalaman pelajaran pencak silat. Pengertian olah raga pada pencak silat adalah mengolah raga dengan gerakan-gerakan pencak silat yang ada pada Persaudaraan SH Terate.
Pada saat mempelajari permainan pencak silat, selain memperoleh kemampuan bisa bermain pencak silat dengan baik maka raga atau tubuh sendiri memperoleh manfaat,antara lain :

1) Memperbaiki Suasana Hati
a Peningkatan Kadar Norepinefrin
Para ahli tidak dapat menerangkan dengan tepat mengapa atau bagaimana olah raga menyebabkan hal ini. Beberapa penelitian mengungkap hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar norepinefrin (suatu hormon yang penting untukmenghantarkan pesan-pesan otak melalaui saraf-saraf tertentu di tubuh) di dalam otak. Perbedaan ini jelas terlihat pada suatu kelaian kejiwaan yang disebut psikosis manik depresif, dimana suasana hati pasien berubah-ubah di antara bahagia dan sedih. Selama fase manik (gembira), kadar norepinefrin pasien meningkat, dan selama fase depresi, kadar norepinefrin turun secara tajam.

b. Peningkatan Suplai Darah Ke Otak
Dengan olah raga suplai darah ke otak akan meningkat. Dengan demikian maka otak tidak akan menerima lebih banyak oksigen. Orang-orang lanjut usia yang diberi oksigen seringkali dapat berfikir dengan lebih jelas dan suasana hatinya membaik.

c. Penurunan Kadar Garam Di Otak
Penurunan kadar garam di otak dapat memperbaiki suasana, Dr. Robert Brown telah berhasil menggunakan olah raga dan diuretic untuk mengobati wanita-wanita yang menjadi depresi tepat sebelum masa haid mereka. Ketegangan sebelum haid dan depresi dapat disebabkan oleh tertahannya garam dalam tubuh karena tingginya kadar hormon.
Selain itu, dengan olah raga dapat meningkatkan produksi keringat dan drmgam diurotik mrningkatlah produksi air seni, sehingga akan menurunkan jumlah garam didalam tubuh.

d. Membuat Tidur Lebih Nyenyak
Dr. Fred Baekland dari State University of New York, pada tahun 1966 merupakan orang pertama yang membuktikan secara ilmiah bahwalatihan fisik yang keras membuat tidur menjadi lebih nyenyak.
Sedangkan Dr. Colin Shapiro dari Johannesburg, Afrika Selatan dan Dr. R.B. Zloty dari University of Manitoba di Canada dalam penelitiannya secara sendiri-sendiri telah memperlihatkan jumlah tidur nyenyak adalah sebanding dengan mengeluarkan energi di waktu siang hari. Makin banyak berolah raga, maka tidurpun makin nyenyak.

e. Meningkatkan Perasaan Berprestasi
Partisipasi dalam program olahraga yang teratur memberikan kepada banyak orang perasaan telah menyelesaikan suatu tugas sulit dengan baik “Setiap perasaan baik mengenai diri anda sendiri memperbaiki suasana hati anda”. (Dr. Fred Goodwin dari National Institute of Mental Healt).

2) Mengurangi Gangguan Jiwa
Tidak hanya orang sehat yang memperoleh keuntungan dari program olahraga yang teratur, tetapi menurut para ahli penyakit jiwa, orang dengan berbagai tingkat penyakit jiwa pun mendapatkan manfaat dari olahraga.
Dalam penelitian terkontrol tentang “jogging” sebagai terapi untuk pasien dengan depresi klinis, Dr. John H. Greist, seorang ahli ilmu jiwa dari University of Wisconsin, mengobati mereka dengan lari atau psikoterapi. Para peserta mengisi daftar gejala yang dipakai secara luas untuk mengukur derajat depresi. Setelah sepuluh minggu, Greist melaporkan bahwa pelaripelari tersebut mengalami perbaikan besar. Sedangkan banyak pasien yang mendapat psikoterapi tidak merasa baik daripad sebekumnya.
Kelainan jiwa sering kali diikuti kelainan fungsi (Dr. Edward Greenwood Menigger Foundation di Topeka, Kansas). Itulah sebabnya orang-orang dengan gangguan emosional seringkali membuat gerakan-gerakan aneh dengan tubuh mereka. Tetapi penyakit jiwa dan fisik adalah sejalan. Beberapa bentuk olahraga dapat membantu penderita neurotik dan bahkan psikhotik yang paling beratpun.

3) Membantu Jantung
Bagaimana olahraga membantu jantung ?
- Olahraga memperbesar semua arteri koronaria yangmemberi makan jantung.
- Olahraga meningkatkan peredaran darah koletarial (tambahan) sehingga ada lebih dari satu pembuluh darah yang akan mensuplay darah dari satu pembuluh nadi terhalang, darah dari pembuluh nadi lain akan memberi makan daerah tersebut mencegah terjadinya serangan jantung.
- Olahraga menurunkan konsentrasi lemak darah. Tonjolan lemak yang meyumbat arteri konoria menyebabkan serangan jantung.
Kadar lemak (trigliserida) dapat diturunkan dengan aktifitas disik yang keras (John Holloszy – St. Louis). Penurunan kadar lemak darah mengurangi kecindrungan pembentukan tonjolan lemak yang menyumbat pembuluh darah.
- Olahraga membantu jantung untuk mengambil oksigen dari darah lebih efektif.
- Olahraga menurunkan tekanan darah.

4) Tidak Membesarkan Atau Memburuk Otot
Biasanya banyak wanita merasa takut bahwa setelah mereka mengikuti pencak silat maka ototnya akan membesar dan buruk. Ini tidak mungkin akan terjadi, otot bisa membesar apabila melakukan beban latihan ketahan seperti angkat beban. Sedangkan olahraga pada pencak silat justru akan membentuk oto-oto yang panjang dan bentuk badan yang kuat dan menarik.

5) Menghilangkan Lemak Yang Tidak Diinginkan
Berlatih atau berolahraga selam sekurang-kurangnya 30 menit sehari akan membantu anda menghilangkan lemak yang tidak diinginkan.
Dr. Michael Pollock dari Wake Forest University, memeriksa 32 pria, yang rata-rata berumur 47 tahun dan telah melakukan jogging selama beberapa tahun. Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa lemak mereka10-15 % dibawah tingkat populasi umum pada kelompok umur yang sama.
Ketika melakukan latihan (senam/jurus), lemak dalam tubuh akan berubah menjadi energi dan menambah massa otot. Otot jauh lebih berat daripada lemak. Itulah sebabnya mengapa ukuran tubuh anda akan berkurang sebelum penurunan berat badan. Daerah-daerah yang akan terbebaskan dari lemak diantaranya adalah perut, paha, pantat, dan pinggul.
Aspek pembinaan olahraga :
Aspek pembinaan kesenian dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan sebagai berikut :
1) Siswa Kanak-kanak
Senam pagi
Senam dasar
Senam massal
2) Siswa Remaja & Taruna
Jurus reflek, olahraga
Pertandingan pencak silat berat
3) Siswa Dewasa & Khusus
Olah raga nafas pencak silat

3. Kesenian
Kesenian sebagai salah satu aspek dalam Persaudaraan SH Terate merupakan bagian unsure latihan yang perlu dikembangkan dari tingkat polos. Masam atau bentuk kesenian terdiri dari permainan tunggal, permainan ganda dan pagelaran massal, yang diwujudkan dalam paket-paket latihan sebagai pedoman dasar.
1. Sasaran
-Memelihara kaidah pencak silat yang baik dengan menumbuhakan kelenruran, keluwesan dan keindahan gerak ynag di hubungkan ddengan keserasian irama
- Sebagai latihan bagi siswa dalam pengembangan aspek pengembanagn keserasian dan keselarasan yang diharapkan dapat berpengaruh dalam sikap dan laku kehidupan
2. Pelaksanaan Kegiatan Kesenian
1. pola dasar gerak (lihat materi pembinaan teknik )
2. pola dasar teknik (lihat materi pembinaan teknik )
3. keserasian irama dan penjiwaan :ketepatan irama dan penjiwaan gerak.
4. penguasaan arena : pengembangan pola dasar gerakan dan variasi pola gerak
5. tahapan penilaian :

- pendahuluan
- inti permainan
- penutupan
pedoman dan unsurunsur dasar latihan untuk tiingkatan siswa di susun dalam matriks.
3.Waktu Latihan
Latihan dilkukan secara teratur dan periodik
4. Jenis Penampilan dan Pagelagelaran
- penampilan di arena tertutup
- penampilan di arena terbuka
- penampilan di panggung
- pagelaran massal

5. Irama Pengiring
- gamelan
- gendang pencak
- jidor
- musik
- keroncong
- alat musik/ tabuhan lainnya

6. aspek pembinaan kesenian
Aspek pembinaan kesenian dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan sebagai berikut:
• siswa kanak kanak
~pengenalan irama
• siswa remaja dan taruna
~perpaduan gerak dan irama (masal berirama )
• siswa dewasa dan khusus
~penghayatan keselarasan

4. Bela diri
Dengan pelajaran pencak silat, dengan kejiwaan untuk mengenal “sang pencipta”dan mengenal “diri pribadi” maka pencak silat berfungsi sebagai alat /senjata untuk membela diri / untuk mempertahankan kehormatan bukan untuk membela seseorang, tetapi hanya melayani seseorang apabila keadaaan memang terpaksa dan diperlukan. Persaudaraanb setia hati terate ti dak mengajarkan seni bela diri lainnya kecuali pencak silat karena pencak silat adalah seni membeladiri asli dari bangsa indonesia yang mutunya tidak kalah dengan beladiri yang lain. Dengan demikinan persaudaraan SH terate juga memperrtahankan dan mengembangkan kepribadian bangsa indonesia. Karena nilai nilai kemerdekaan berkepribadian indonesia, karrena “bangsa yang terjajah apabila bangsa tersebut tidak mmeliki kepribadian”.

5. Mental kerohanian
Merupakan tujuan akhir persaudaraan SH Terate. Disini ment5al kerohanian/ keshan berpedoman pada “ mengenal diri sendiri sebaik-baiknya”. Tujuan dari pelajaran persaudaraan SH Terate adalah mendidik manusia dalam menempuh kehidupan ini memproleh kebaahagian dan kesejahteraan dunia akhirat.
Setelah pribadi manusia persaudaraan SH Terate sudah amntap berjiwa PSHT barulah dia baru bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya di alam mayapada ini, yaitu “ memayu hayuning bawono”. Selama manusia Persaudaraan SH Terate, mustahil kalau dia bisa mengemban tugas “ memayu hayuning bawono”.
Mental kerohanian dan Ke-sh-an adalah sumber asas ketuhanan Yang Maha Esa. Kita harus sadar bahwa sesungguhnya manusia sebagai individu itu tidak hidup dengan sendirinya tanpa ada yang menghidupkan atau dapat pula di katakan bahwa sebagai individu itu sesungguhnya hanyalah suatu “objek”dari pada “ subjek mutlak”. Yaitu yang maha esa.
Tanpa memberikan mental kerohanian, ibaratnya hanya mencetak “tukang pukul”. Ini hanyalah suatu hal yang keliru dan tidak dinginjkan ooleh Persaudaraan SH terate. Perlu diingat, bahwa pencak silat hanyalah merupakan sarana / pelajaran sampingan, yang diutamakan adalah membentuk manusia persaudaraan SH Terate dan bisa memayu hayuning bawono.

Kamis, April 02, 2009

Tata Pergaulan PSHT

Sebagai Warga maupun siswa Persaudaraan SH Terate dan sebagai makhluk social, dan sebagai manusia yang bertugas memayu hayuning bawono, maka kita akan berkiprah didalam pergaulan dalam segala macam dan bentuk. Oleh karena itu kita harus mampu menamolkan sikap dan perbuatan sebagai pendekar yang berjiwa besar. Salah satu unsur pendukung utama atau bekal utama untuk terjun kedalam lingkungan pergaulan masyarakat adalah mengerti dan bisa menerapkan tata pergaulan dengan baik.

1. Pengertian Tata Pergaulan
Tata pergaulan adalah suatu peraturan atau tata cara bergaul. Tata cara nergaul biasanya bukan suatu tata cara yang dibuat secara tertulis, ataupun suatu keputusan mengenai itu. Tata pergaulan biasanya terbentuk tata cara kebiasaan setempat atau hukum/kebiasaan turun temurun (Hukum Adat). Tata pergaulan merupakan norma-norma kesopanan yang terbentuk disegala pergaulan di masyarakat. Tata pergaulan adalah suatu tata aturan yang dilaksanakan sebagai kewajiban social.

2. Maksud dan Tujuan Tata Pergaulan
Mengapa perlu dibuat suatu tata car bergaul ? pada umumnya manusia adalah makhluk social, makhluk yang senderung melakukan perhubungan dengan makhluk lsinnys atau biasa disebut bergaul. Siapa yang tidak mengindahkan tata cara bergaul, dia akan dianggap melakukan suatu pelanggaran dan tidak mengerti “ungguh-ungguh” ; selain itu oleh manusia yang telah terbiasa berada di lingkungan manusia yang mengutamakan Tata pergaulan, dia akan disingkiri. Sebaliknya siapa yang pandai menjalankan tata pergaulan akan mudah dan tidak akan canggung-canggung untuk bergaul dan mendapatkan simpati dari manusia yang mengenal dan mengutamakan Tata pergaulan. Kaidah Tata pergaulan dapat diumpamakan sebagai kunci yang dapat digunakan sebagai alat pembuka pintu masuk ke pergaulan luas. Untuk itulah Warga dan Siswa Persaudaraan SH TERATE perlu diberikan materi Tata Pergaulan, yang meliputi Tata Pergaulan dengan umum (masyarakat) maupun dengan sesama Warga dan Siswa Persaudaraan SH TERATE. Materi tersebut diberikan secara bertahap untuk masing-masing tingkat.
Tata Pergaulan diperlukan dalam pergaulan antara seorang dengan orang lainnya. Jika saudara tidak bisa menyesuaikan diri dalam pergaulan masyarakat yang ada di lingkungan sendiri maupun lingkungan lain, maka anda bisa dituduh kurang pendidikan atau masih terbelakang dalam pergaulan.
Tata pergaulan tidak akan bisa diterapkan secara baik apabila tidak mengindahkan fakato-faktor sebagai berikut :
- Kepentingan bersama
- Peraturan setempat
- Adat istiadat setempat

3. Pergaulan dan Akibatnya
a. Tata Pergaulan di Rumah
1) Sikap Terhadap Bapak / Ibu
Bapak Ibu adalah oaring yang paling utama harus kita hormati, dan kita sayangi. Jasa Bapak Ibu kepada kita tidak bisa dihitung dalam bentuk material berupa apapun. Selain mereka sebagai orang yang berperanan utama dalam hal menghadirkan kita kedunia ini. Bapak Ibu adalah orang yang mengasuh, memelihara, melindungi dan sebagainya sehingga mita mampu berdiri sendiri melaksanakan tugas memelihara tubuh kita ini.
Seringkali terdapat contoh dalam kehidupan ini, seorang anak yang mendurhakai Bapak atau Ibunya maka anak tersebut tidak akan memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia ini.
Sebagai pedoman kita mesti harus bersikap sebagaimana kepada Bapak Ibu kita, maka sikap tersebut diantaranya adalah :
* Menghormati ;
Dengan jalan tidak mengeluarkan kata-kata keras, tidak sopan (membentak, mengempat,dsb), apalagi melakukan tindak kekerasan.
* Mengasihi ;
Dengan jalan memberikan kasih sayang kita kepada beliau, baik dengan perbuatan atau tidak. Banyak jalan untuk ini, antara lain adalah dengan jalan :
Memperhatikan ;
Dengan jalan bisa “mempedulikan” kemauan dan pendapat Bapak Ibu. Ini bisa dengan menuruti pendapat kemauan beliau sepanjang tidak bertentangan dengan kebenaran kita; atau apabila bertentangan dengan kebenaran kita, maka harus bisa menjelaskan bahwa kemauan tersebut pada dasarnya kurang benar dengan jalan “matur” atau dengan mengajukan argumentasi kita dengan baik (tidak berbicara kasar , dan sebagainya).
* Meringankan Beban ;
Beban disini bisa mengambil bentuk bermacam-macam antara lain beban dalam bentuk ekonomi, pekerjaan , pikiran dan sebagainya. Cara kita meringankan beban kalau mungkin yaitu mengambil alih beban, membantu menyelesaikan, atau tidak menimbulkan.
* Menyenangkan Hati ;
Menyenagkan adalah membuat senag hati beliau, ini juga bisa berbentuk segala macam. Kita bisa menyelesaikan studi, menghaturkan sesuatu, dan sebagainya.
* Dan Sebagainya.

2) Sikap Terhadap Saudara dan Keluarga
• Terhadap Saudara
Sikap terhadap saudara diterapkan secara semestinya.apabila merasa sebagai saudara tua, maka kepada adik kita harus menunjukkan sikap membimbing, melindungi, menasehati dan sebagainya. Sebaliknya maka apabila sebagai saudara tua, kita harus bisa menghormati , memakai nasehatnya yang benar dan sebagainya.
Kebanyakan masyarakat di kota pada umumnya, sedikit demi sedikit sudah mulai terputus ikatan tali kekeluargaannya. Ini kebanyakan terjadi pada tingkat keturunan “saudara misan”. Di sini yang perlu diperhatikan adalah mereka saudara kita pada garis keturunan yang sama, atau setidak-tidaknya mereka adalah sedarah dengan kita. Oleh karena itu kita menjaga jangan sampai garis saudara seketurunan ini tidak terputus atau istilah jawanya “kepaten obor”, dengan jalan memupul ikatan tali saudara seketurunan baik terhadap diri kita sendiri maupun terhadap anak kita. Di sini sikap tegang rasa wajib dirimbulkan. Kalaupun mereka (saudara misan) membutuhkan bantuan kita, maka tidak salahnya kita memberikannya asalkan tidak merusak diri kitasendiri. Sebaliknya apabila kita membutuhkan pertolongan mereka, maka sebaliknya dirasa perlu,ridak ada jeleknya meminta bantuan mereka. Tetapi sebagai manusia SH TERATE yang baik, kalau bisa kita jangan sampai “merepotkani” orang lain.

• Terhadap Keluarga
Saat ini atau suatu saat saudara mesti menjadi kepala keluarga (apabila laki-laki), atau ibu rumah tangga apabila wanita. Peranan saudara sangat dituntut untuk mapu menciptakan suasana kebahagiaan dan kesejahteraan di rumah tangga saudara ; “rumahku adalah istanaku”.
 Saudara harus bisa bersikap sebagaimana mestinya. Baik antara lain sebagai pencari nafkah, pelindung, seorang ibu menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumahtangga yang baik antara lain : memberi dorongan kepada suami untuk berkarya, mendidik putra, dan sebagainya.
 Bekali putra saudara sebelum menempuh kehidupan di masyarakat dengan iman dan budi pekerja yang baik sehingga tidak akan terpenggaruh oleh pergaulan yang tidak baik.
 Timbulkan suasana gembira apabila saudara ingin putra saudara menjadi anak yang berhasil. Jangan melibatkan anak saudara pada persolan perekonomian, pertengkaran suami istri, dan segala permasalahan yang belum waktunya bagi alam pikirannya.
 Dalam bersikap atau berbuat sesuatu, berilah contoh yang baik kepada putra saudara karena seorang anak kebanyakan mencontoh kepada ibu/bapaknya sebelum mencontoh orang lain.
 Berilah peluang bagi putra saudara agar mampu mengembangkan bakatnya dan kemampuannya.
 Dan sebagainya.

3) Sikap Sebagai Warga / Penduduk
Peranan kita sebagai warga Persaudaraan SH TERATE yang berdiam disuatu tempat, menjadi warga /penduduk suatu tempat mestinya ditunjang oleh jiwa SETIA HATI antara lain dengan jalan :

Mematuhi peraturan yang berlaku
Ikut menjaga kebersihan / kelestarian lingkungan
Bergaul dengan tetengga dengan baik (saling menghormat-hormati, menegur apanila bertemu di jalan).
Datang dan memberi pertolongan pada saat tetangga menderita kesusahan, repot, dsb.
Menghadiri undangan rapat di RT
Dan sebagainya.
b. Tata Pergaulan di Sekolah
1. Sikap Terhadap Guru
Apabila anda ingin berhasil dalam menempuh suatu pelajaran disekolah, janganlah memandang guru sebagai orang lain. Pandanglah guru sebagai orang tua (bapak/ibu) saudara yang mengasihi saudara dan saudara hormati dan saudara kasihi. Apabila saudara membenci seorang guru, maka saudara tifak akan bisa pandai terhadap pelajaran yang memberikan oleh guru tersebut.
2. Sikap Terhadap Sesama Siswa
Saudara meski bersikap bagaimana terhadap sesama siswa ? kalau saudara tidak tidak mengerti mesti berbuat bagaimana, maka ingatlah bahwa saudara adalah sebagai manusia Persaudaraan SH TERATE yang telah diberi pengertian mengenai persaudaraan, dan arti lambing.
Terapkan saja pelajaran itu kepada sesama siswa atau umat di dunia ini, maka saudara akan memperoleh rasa simpati dari teman-teman saudara.
3. Hak dan Kewajiban Sebagai Siswa
Tugas saudara ke sekolah adalah untuk menuntut ilmu, laksanakan tugas tugas tersebut dengan baik. Didalam menuntut ilmu perlu ditunjang beberapa factor penunjang agar berhasil, antara lain adalh menciptakan suasana gembira, menjaga tubuh agar tetap sehat (dengan berolah raga, pencak silat misalnya),memanfaatkan waktu sebaik-baiknya mungkin dengan mengisi kegiatan-kegiatan positif, dan sebagainya.
Selain saudara mesti menjalankan kewajiban tersebut di atas, saudara juga harus mentaati tugas dan kewajiban saudara sebagai siswa disuatu sekolah, antara lain dengan jalan mentaati tata tertib sekolah, disiplin, membayar SPP pada waktunya, dan sebagainya.

4) Tata Pergaulan DI Lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate
a. Sikap Terhadap Warga
• Siswa Terhadap Warga
Laksanakan kewajiban anda apa adanya, apabila kebetulan warga tersebut menjadi pelatih, seyogyanya anda menghormatinya sewaktu proses latihan berjalan. Di luar itu, hormatilah dia sebagaimana saudara menghormati orang lain.

• Sesama Warga
Dalam hal ni dasar persaudaraan diterapkan secara murni dan konsekuen. Hormatilah dia sebagai mana mestinya sewaktu yang bersangkutan sedang menjalankan tugas atau sedang menyandang jabatan.

b. Sikap Terhadap Siswa
• Warga Terhadap Siswa
Siswa adalah calon warga. Untuk itu wahai warga yang kebetulan menjadi pelatih, binalah mereka sebaik-baiknya, syukur lebih baik dari kemampuan yang anda miliki. Hindari pembinaan yang bersifat pembantaian. Kalaupun kebetulan siswa tersebut berlawanan jenis dengan saudara hendaknya jangan memanfaatkan situasi latihan untuk pamer kegagahan agar siswa tersebut menerima saudara. Ingatlah diluar latihan siswa tersebut adalah warga negara Indonesia yang memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan anda.
• Sesama Siswa
Terapkan pelajaran Persaudaraan secara murni dan konsekuen.

c. Sikap Terhadap Istri/Suami Warga
Istri atau suami warga adalah pasangan hidup dari warga yang merupakan saudara kita juga. Kita seharusnya lebih menaruh perhatian kepada mereka. Mereka tidak lebih kecil artinya dibandingkan dengan earga yang bersangkutan. Jika pada setiap kesempatan kita bertemu dengan warga beserta istri/suaminya, sempatkan melakukan tegur sapa dengan sopan dan hormat terhadapnya. Usahakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau menggunakan bahasa jawa halus, baru kalu sudah kenal benar baru bisa menggunakan bahasa jawa biasa. Hindarkan sikap tidk menghiraukan mereka. Ketahuilah bahwa mampu atau tidaknya seorang warga dalam pengembangan Persaudaraan Setia Hati Terate, tidak terlepas dari rasa simpatik mereka terhadap kita.

Sabtu, Maret 21, 2009

Ujian kenaikan tingkat dari polos ke jambon telah dilaksanakan minggu lalu tangal 15 maret 2009 di universtitas negeri malang, dan pada hari sabtu tanggal 21 maret 2009 mulai pukul 19.00 sampai pikul 04.30 WIB, di laksanakan kegiatan pengambilan sabuk siswa jambon.kegiatan ini dilakukan di masing-masing komisariat,karena siswa baru pertama kali mengikuti pengambilan sabuk dan itupun membutuhkan pengorbanan yang lebih berat dari pada UKT minggu lalu.

karena tiap-tiap pos siswa digembleng mental dan fisik yang nantinya juga akan kembali lagi ke siswa tersebut.
dari komisariat um sendiri seumlah 7 siswa yang telah berhasil mengikuti kegiatan tes pengambilam sabuk, antara lain:

1. M. Sahid (Universitas Negeri Malang)
2. Syaifudin Zuhri (Universitas Negeri Malang)
3. Riswanto (Universitas Negeri Malang)
4. Akhmad Nasruddin (Universitas Negeri Malang)
5. Agung Setyawanto (Universitas Negeri Malang)
6. Ki Haiba Marzuki (Universitas Negeri Malang)
7. Hary Masrukin (Universitas Negeri Malang)

sebelum memulai acara pengambilan sabuk, panitia UM dan warga yang hadir pada malam itu harus berembuk dan saling sharing untuk menentukan pos-pos pengambilan sabuk.
pada hari rabu tanggal 18 maret 209 panitia UKM PSHT UM sebelunya juga telah melaksanakan rapat untuk kegiatan tersebut, dan disepakati bahwa pengambilan sabuk jambon dilaksanakan di Unveersitas Negeri Malang hari sabtu malam ninggu tanggal 21 maret 2009 yang telah disepakati bahwa jumlah pos yaitu 5 pos.
sebenarnya pengambilan sabuk ini digabung dengan komisariat UNMUH, perhubung pelatih UNMUH sendidiri ada udzur atau ada kegiatan lain maka pengambilan sabuk gabungan dibatalkan, jadi kimisariat UM dan UNMUH pengambilan sabuk dilaksanakan di masing-masing Komisariat.
Tujuan yang paling utama dari pengambilan sabuk ini adalah supaya siswa mempunyai mental yang kuat, berani menghadapi resiko, memiliki keyakinan hidup, membentuk jiwa spiritual dan mandiri, selain itu fisik siswa juga semakin bertambah karena di tiap-tiap pos para penguji juga melakukan tes fisik bukan main fisik. siswa juga dituntut untuk tidak tidur satu malam suntuk alias begadang+tegang rame-rame.
Ya patut kita syukuri karena dari awal sampai akhir kegiatan pengambilan sabuk ini dapat berjalan dengan lancar tidak ada halangan satu apapun.demikian juga atara warga atau tim penguji juga bisa saling koordinasi dengan baik.
berikut adalah warga atau tim penguji yang menempati tiap-tiap pos:
pos pemberangkatan : yeti yuni yatin
pos I : - M. gigih wijaya
- Misbah
- Age
pos II : - Adit
- Sryadi (mbah sur)
- Wahyudi
pos III: - Sti kotidjah
- Syaiku abdillah
pos IV : - Adi
- Nana
pos V : - semua warga (pos terakhir)

Selasa, Maret 17, 2009

Alhamdulillah kemarin hari minggu tanggal 15 Maret 2009 Panitia Pengesahan 2010 telah selesai melaksanakan kegiatan UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) dari tingkat polos ke tingkat jambon dengan jumlah peserta 11, yaitu:

1. M. Sahid (Universitas Negeri Malang)
2. Syaifudin Zuhri (Universitas Negeri Malang)
3. Riswanto (Universitas Negeri Malang)
4. Akhmad Nasruddin (Universitas Negeri Malang)
5. Agung Setyawanto (Universitas Negeri Malang)
6. Ki Haiba Marzuki (Universitas Negeri Malang)
7. Hary Masrukin (Universitas Negeri Malang)
8. Rhifiq Khamdan (SMA N 1 Tumpang)
9. Syamsul Hadi (Uninersitas Muhamadiyah Malang)
10. Siti Badriyah L. (SMA N 1 Tumpang)
11. Aninda Susanti (Universitas Muhamadiyah Malang)

Degnan Prasarat Materi UKT sebagai berikut
TINGKAT POLOS KE JAMBON :
SENAM DASAR : 1 SAMPAI 30
POLA LANGKAH : SEGI TIGA, U (LADAM), LURUS, ZIG-ZAG, 8 PENJURU
JURUS : 1 SAMPAI 6
TEKNIK DASAR : SERANGAN TANGAN, KAKI, KAKI+TANGAN, HINDARAN+SERANGAN
KE-SH-AN : MATERI TINGKAT POLOS DAN JAMBON, ADART PSHT.
TES FISIK : 1. Lari 15 Menit
2. Push-up
3. Spir perut atas
4. Spir perut bawah
5. Tendangan A Kanan, A kiri, C kanan, C kiri, T kanan, T kiri.
Walaupun masih ada sedikit kekurangan pada saat upacara pembukaan dan pembagian Pos-pos materi tetapi itu semua dapat diatasi dengan baik oleh panitia 2010 dengna warga yang datang menghadiri UKT. Awalnya dalam mempublikasikan program kerja acara ataupun kegiatan masih belum meluas atau di ketahui oleh warga dan para pelatih di masing-masing komisariat. Dikarenakan penyebaran informasi hanya melalui surat undangan di tiap-tiap komisariat yang ada di cabang malang yang mengakibatkan warga sepenuhnya belum tahu kegiatan UKT kemarin dan yang menghadiri hanya sedikit dibandingkan UKT sebelumnya. Tetapi yach… itulah awal program kerja panitia baru masih banyak kekurangan dan kesalahan. Dan mudah-mudahan untuk kedepannya panitia dapat melakukan tugas dengan baik, serta kami minta bantuan dan dukungan dari warga PDHT khususnya cabang malang dan panitia sebelumnya untuk dapat memberikan masukan, dorongan dan semangat untuk panitia 2010.
Dibawah ini adalah nama siswa yang meraih nilai tertinggi dari siswa terbaik I, II dan III, yaitu:
1. Terbaik pertama atas nama: Akhmad Nasruddin (Universitas Negeri Malang)
Dengan perolehan nilai rata-rata 77, 4
2. Terbaik kedua atas nama: Syaifudin Zuhri (Universitas Negeri Malang)
Dengan perolehan nilai rata-rata 77, 2
3. Terbaik ketiga atas nama: Agung Setyawanto (Universitas Negeri Malang)
Dengan perolehan nilai rata-rata 75

 

WongSHTerate

MENGENAI SAYA

Foto Saya
Nama lengkap Aziz Dwi Nur Alfan. Kuliah di Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika.Medernisasi Blog adalah kegiatanku untuk mengisi jam-jam kosong waktu kuliah. Selain itu aku juga senang main musik khususnya guitar&drum. Sampai saat ini aku masih menekuni Pencak Silat PSHT di Kampusku. .:Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Situs Ini:.
PSHT UM 2009 is proudly powered by wongsht | Template by wongsht.blogspot.com