Kamis, April 02, 2009

Tata Pergaulan PSHT

Sebagai Warga maupun siswa Persaudaraan SH Terate dan sebagai makhluk social, dan sebagai manusia yang bertugas memayu hayuning bawono, maka kita akan berkiprah didalam pergaulan dalam segala macam dan bentuk. Oleh karena itu kita harus mampu menamolkan sikap dan perbuatan sebagai pendekar yang berjiwa besar. Salah satu unsur pendukung utama atau bekal utama untuk terjun kedalam lingkungan pergaulan masyarakat adalah mengerti dan bisa menerapkan tata pergaulan dengan baik.

1. Pengertian Tata Pergaulan
Tata pergaulan adalah suatu peraturan atau tata cara bergaul. Tata cara nergaul biasanya bukan suatu tata cara yang dibuat secara tertulis, ataupun suatu keputusan mengenai itu. Tata pergaulan biasanya terbentuk tata cara kebiasaan setempat atau hukum/kebiasaan turun temurun (Hukum Adat). Tata pergaulan merupakan norma-norma kesopanan yang terbentuk disegala pergaulan di masyarakat. Tata pergaulan adalah suatu tata aturan yang dilaksanakan sebagai kewajiban social.

2. Maksud dan Tujuan Tata Pergaulan
Mengapa perlu dibuat suatu tata car bergaul ? pada umumnya manusia adalah makhluk social, makhluk yang senderung melakukan perhubungan dengan makhluk lsinnys atau biasa disebut bergaul. Siapa yang tidak mengindahkan tata cara bergaul, dia akan dianggap melakukan suatu pelanggaran dan tidak mengerti “ungguh-ungguh” ; selain itu oleh manusia yang telah terbiasa berada di lingkungan manusia yang mengutamakan Tata pergaulan, dia akan disingkiri. Sebaliknya siapa yang pandai menjalankan tata pergaulan akan mudah dan tidak akan canggung-canggung untuk bergaul dan mendapatkan simpati dari manusia yang mengenal dan mengutamakan Tata pergaulan. Kaidah Tata pergaulan dapat diumpamakan sebagai kunci yang dapat digunakan sebagai alat pembuka pintu masuk ke pergaulan luas. Untuk itulah Warga dan Siswa Persaudaraan SH TERATE perlu diberikan materi Tata Pergaulan, yang meliputi Tata Pergaulan dengan umum (masyarakat) maupun dengan sesama Warga dan Siswa Persaudaraan SH TERATE. Materi tersebut diberikan secara bertahap untuk masing-masing tingkat.
Tata Pergaulan diperlukan dalam pergaulan antara seorang dengan orang lainnya. Jika saudara tidak bisa menyesuaikan diri dalam pergaulan masyarakat yang ada di lingkungan sendiri maupun lingkungan lain, maka anda bisa dituduh kurang pendidikan atau masih terbelakang dalam pergaulan.
Tata pergaulan tidak akan bisa diterapkan secara baik apabila tidak mengindahkan fakato-faktor sebagai berikut :
- Kepentingan bersama
- Peraturan setempat
- Adat istiadat setempat

3. Pergaulan dan Akibatnya
a. Tata Pergaulan di Rumah
1) Sikap Terhadap Bapak / Ibu
Bapak Ibu adalah oaring yang paling utama harus kita hormati, dan kita sayangi. Jasa Bapak Ibu kepada kita tidak bisa dihitung dalam bentuk material berupa apapun. Selain mereka sebagai orang yang berperanan utama dalam hal menghadirkan kita kedunia ini. Bapak Ibu adalah orang yang mengasuh, memelihara, melindungi dan sebagainya sehingga mita mampu berdiri sendiri melaksanakan tugas memelihara tubuh kita ini.
Seringkali terdapat contoh dalam kehidupan ini, seorang anak yang mendurhakai Bapak atau Ibunya maka anak tersebut tidak akan memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia ini.
Sebagai pedoman kita mesti harus bersikap sebagaimana kepada Bapak Ibu kita, maka sikap tersebut diantaranya adalah :
* Menghormati ;
Dengan jalan tidak mengeluarkan kata-kata keras, tidak sopan (membentak, mengempat,dsb), apalagi melakukan tindak kekerasan.
* Mengasihi ;
Dengan jalan memberikan kasih sayang kita kepada beliau, baik dengan perbuatan atau tidak. Banyak jalan untuk ini, antara lain adalah dengan jalan :
Memperhatikan ;
Dengan jalan bisa “mempedulikan” kemauan dan pendapat Bapak Ibu. Ini bisa dengan menuruti pendapat kemauan beliau sepanjang tidak bertentangan dengan kebenaran kita; atau apabila bertentangan dengan kebenaran kita, maka harus bisa menjelaskan bahwa kemauan tersebut pada dasarnya kurang benar dengan jalan “matur” atau dengan mengajukan argumentasi kita dengan baik (tidak berbicara kasar , dan sebagainya).
* Meringankan Beban ;
Beban disini bisa mengambil bentuk bermacam-macam antara lain beban dalam bentuk ekonomi, pekerjaan , pikiran dan sebagainya. Cara kita meringankan beban kalau mungkin yaitu mengambil alih beban, membantu menyelesaikan, atau tidak menimbulkan.
* Menyenangkan Hati ;
Menyenagkan adalah membuat senag hati beliau, ini juga bisa berbentuk segala macam. Kita bisa menyelesaikan studi, menghaturkan sesuatu, dan sebagainya.
* Dan Sebagainya.

2) Sikap Terhadap Saudara dan Keluarga
• Terhadap Saudara
Sikap terhadap saudara diterapkan secara semestinya.apabila merasa sebagai saudara tua, maka kepada adik kita harus menunjukkan sikap membimbing, melindungi, menasehati dan sebagainya. Sebaliknya maka apabila sebagai saudara tua, kita harus bisa menghormati , memakai nasehatnya yang benar dan sebagainya.
Kebanyakan masyarakat di kota pada umumnya, sedikit demi sedikit sudah mulai terputus ikatan tali kekeluargaannya. Ini kebanyakan terjadi pada tingkat keturunan “saudara misan”. Di sini yang perlu diperhatikan adalah mereka saudara kita pada garis keturunan yang sama, atau setidak-tidaknya mereka adalah sedarah dengan kita. Oleh karena itu kita menjaga jangan sampai garis saudara seketurunan ini tidak terputus atau istilah jawanya “kepaten obor”, dengan jalan memupul ikatan tali saudara seketurunan baik terhadap diri kita sendiri maupun terhadap anak kita. Di sini sikap tegang rasa wajib dirimbulkan. Kalaupun mereka (saudara misan) membutuhkan bantuan kita, maka tidak salahnya kita memberikannya asalkan tidak merusak diri kitasendiri. Sebaliknya apabila kita membutuhkan pertolongan mereka, maka sebaliknya dirasa perlu,ridak ada jeleknya meminta bantuan mereka. Tetapi sebagai manusia SH TERATE yang baik, kalau bisa kita jangan sampai “merepotkani” orang lain.

• Terhadap Keluarga
Saat ini atau suatu saat saudara mesti menjadi kepala keluarga (apabila laki-laki), atau ibu rumah tangga apabila wanita. Peranan saudara sangat dituntut untuk mapu menciptakan suasana kebahagiaan dan kesejahteraan di rumah tangga saudara ; “rumahku adalah istanaku”.
 Saudara harus bisa bersikap sebagaimana mestinya. Baik antara lain sebagai pencari nafkah, pelindung, seorang ibu menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumahtangga yang baik antara lain : memberi dorongan kepada suami untuk berkarya, mendidik putra, dan sebagainya.
 Bekali putra saudara sebelum menempuh kehidupan di masyarakat dengan iman dan budi pekerja yang baik sehingga tidak akan terpenggaruh oleh pergaulan yang tidak baik.
 Timbulkan suasana gembira apabila saudara ingin putra saudara menjadi anak yang berhasil. Jangan melibatkan anak saudara pada persolan perekonomian, pertengkaran suami istri, dan segala permasalahan yang belum waktunya bagi alam pikirannya.
 Dalam bersikap atau berbuat sesuatu, berilah contoh yang baik kepada putra saudara karena seorang anak kebanyakan mencontoh kepada ibu/bapaknya sebelum mencontoh orang lain.
 Berilah peluang bagi putra saudara agar mampu mengembangkan bakatnya dan kemampuannya.
 Dan sebagainya.

3) Sikap Sebagai Warga / Penduduk
Peranan kita sebagai warga Persaudaraan SH TERATE yang berdiam disuatu tempat, menjadi warga /penduduk suatu tempat mestinya ditunjang oleh jiwa SETIA HATI antara lain dengan jalan :

Mematuhi peraturan yang berlaku
Ikut menjaga kebersihan / kelestarian lingkungan
Bergaul dengan tetengga dengan baik (saling menghormat-hormati, menegur apanila bertemu di jalan).
Datang dan memberi pertolongan pada saat tetangga menderita kesusahan, repot, dsb.
Menghadiri undangan rapat di RT
Dan sebagainya.
b. Tata Pergaulan di Sekolah
1. Sikap Terhadap Guru
Apabila anda ingin berhasil dalam menempuh suatu pelajaran disekolah, janganlah memandang guru sebagai orang lain. Pandanglah guru sebagai orang tua (bapak/ibu) saudara yang mengasihi saudara dan saudara hormati dan saudara kasihi. Apabila saudara membenci seorang guru, maka saudara tifak akan bisa pandai terhadap pelajaran yang memberikan oleh guru tersebut.
2. Sikap Terhadap Sesama Siswa
Saudara meski bersikap bagaimana terhadap sesama siswa ? kalau saudara tidak tidak mengerti mesti berbuat bagaimana, maka ingatlah bahwa saudara adalah sebagai manusia Persaudaraan SH TERATE yang telah diberi pengertian mengenai persaudaraan, dan arti lambing.
Terapkan saja pelajaran itu kepada sesama siswa atau umat di dunia ini, maka saudara akan memperoleh rasa simpati dari teman-teman saudara.
3. Hak dan Kewajiban Sebagai Siswa
Tugas saudara ke sekolah adalah untuk menuntut ilmu, laksanakan tugas tugas tersebut dengan baik. Didalam menuntut ilmu perlu ditunjang beberapa factor penunjang agar berhasil, antara lain adalh menciptakan suasana gembira, menjaga tubuh agar tetap sehat (dengan berolah raga, pencak silat misalnya),memanfaatkan waktu sebaik-baiknya mungkin dengan mengisi kegiatan-kegiatan positif, dan sebagainya.
Selain saudara mesti menjalankan kewajiban tersebut di atas, saudara juga harus mentaati tugas dan kewajiban saudara sebagai siswa disuatu sekolah, antara lain dengan jalan mentaati tata tertib sekolah, disiplin, membayar SPP pada waktunya, dan sebagainya.

4) Tata Pergaulan DI Lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate
a. Sikap Terhadap Warga
• Siswa Terhadap Warga
Laksanakan kewajiban anda apa adanya, apabila kebetulan warga tersebut menjadi pelatih, seyogyanya anda menghormatinya sewaktu proses latihan berjalan. Di luar itu, hormatilah dia sebagaimana saudara menghormati orang lain.

• Sesama Warga
Dalam hal ni dasar persaudaraan diterapkan secara murni dan konsekuen. Hormatilah dia sebagai mana mestinya sewaktu yang bersangkutan sedang menjalankan tugas atau sedang menyandang jabatan.

b. Sikap Terhadap Siswa
• Warga Terhadap Siswa
Siswa adalah calon warga. Untuk itu wahai warga yang kebetulan menjadi pelatih, binalah mereka sebaik-baiknya, syukur lebih baik dari kemampuan yang anda miliki. Hindari pembinaan yang bersifat pembantaian. Kalaupun kebetulan siswa tersebut berlawanan jenis dengan saudara hendaknya jangan memanfaatkan situasi latihan untuk pamer kegagahan agar siswa tersebut menerima saudara. Ingatlah diluar latihan siswa tersebut adalah warga negara Indonesia yang memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan anda.
• Sesama Siswa
Terapkan pelajaran Persaudaraan secara murni dan konsekuen.

c. Sikap Terhadap Istri/Suami Warga
Istri atau suami warga adalah pasangan hidup dari warga yang merupakan saudara kita juga. Kita seharusnya lebih menaruh perhatian kepada mereka. Mereka tidak lebih kecil artinya dibandingkan dengan earga yang bersangkutan. Jika pada setiap kesempatan kita bertemu dengan warga beserta istri/suaminya, sempatkan melakukan tegur sapa dengan sopan dan hormat terhadapnya. Usahakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau menggunakan bahasa jawa halus, baru kalu sudah kenal benar baru bisa menggunakan bahasa jawa biasa. Hindarkan sikap tidk menghiraukan mereka. Ketahuilah bahwa mampu atau tidaknya seorang warga dalam pengembangan Persaudaraan Setia Hati Terate, tidak terlepas dari rasa simpatik mereka terhadap kita.

0 Comments:

Post a Comment



 

WongSHTerate

PSHT UM 2009 is proudly powered by wongsht | Template by wongsht.blogspot.com